Mahasiswa Pendidikan Tari Unila Hidupkan Kembali Tradisi Rewang Lewat Panggung Koreografi

Eka Juniarti

6/21/20261 min read

Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

rakanila.com(17/06/2026) - Semangat gotong royong kembali hadir di tengah masyarakat Tanjung Karang Barat lewat sebuah pementasan seni yang tak biasa. Karya koreografi lingkungan berjudul Rewang dipentaskan di Lapangan Voli Gangmasi 3, Kecamatan Segalamider, Bandar Lampung, pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 16.00 WIB. Pementasan ini merupakan bagian dari ujian semester Program Studi Pendidikan Tari Universitas Lampung angkatan 2023, sekaligus menjadi ruang untuk menghidupkan kembali tradisi rewang yang kian terlupakan di era modern.

Rewang merupakan tradisi memasak bersama dalam persiapan hajatan, menjadi inti dari setiap gerak yang ditampilkan. Para penari membawa penonton masuk ke dalam suasana dapur komunal yang hangat dan penuh kebersamaan, dari riuh suara persiapan hingga sajian yang tersaji dengan tangan banyak orang. Koreografer karya ini, Mia Lestari dan Anggita Aprilia, mengungkapkan bahwa tradisi rewang sengaja dipilih karena keberadaannya kini semakin tergeser, terutama di perkotaan yang lebih memilih jasa katering dan kue-kue instan dibanding memasak bersama.

Rangkaian acara berlangsung dalam tiga sesi: pementasan seni, sesi foto dan wawancara bersama koreografer, serta pembagian hadiah. Antusias penonton yang hadir mencerminkan betapa karya ini berhasil menyentuh sesuatu yang dekat, namun mulai jarang terasa. Salah satu penonton, Putri Cahyani dari Program Studi Pendidikan Biologi, mengaku terpukau sejak menit pertama. "Totalitas banget mereka menarikannya dari adegan masak sampai akhir, koreografinya juga sudah keren banget," ungkapnya usai pertunjukan.

Di balik gerak dan irama, Rewang menyimpan pesan yang sederhana namun kuat: bahwa kebersamaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan nilai yang masih sangat dibutuhkan hari ini. Lewat panggung terbuka di lapangan voli, mahasiswa Pendidikan Tari Unila angkatan 2023 membuktikan bahwa seni bisa menjadi cara paling jujur untuk merawat budaya.

Penulis: Eka Juniarti

Penyunting: Apriana

Address

Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Graha Kemahasiswaan Baru lantai 3 Universitas Lampung, bandar lampung

Contacts

rakanila107@gmail.com
whatsapp +62 858-4063-8565 (Nadia)